Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi melihat indahnya bulan
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi menghirup udara pagi
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi menyentuh hangatnya mentari
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi mendengar suara daun kering yang tersapu angin
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi mengecap segarnya air di terik siang
Saat itu. Saat kau memutuskan untuk tak di sini.
Kini, semua indera masih berfungsi dengan sama baiknya. Menjadi saksi untuk pergantian siang dan malam.
Menandakan ragaku masih sama seperti dulu. Tapi hatiku? Belum sepenuhnya pulih. Hanya sedikit lebih baik.
No comments:
Write komentar