Di saat musisi memiliki cita-cita untuk go international, lain halnya dengan Gugun Blues Shelter yang memilih untuk membumi di negara asalnya. Bukan tanpa alasan jika Gugun (vokal, gitar), Bowie (drum), Fajar (bass) akhirnya lebih memilih untuk go local karena ingin melebarkan pasar dengan ideologi blues yang bagus kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas.
"Salah satunya itu (ingin melebarkan pasar), jadi kita ngga stagnan di situ-situ aja" kata Gugun saat sesi interview di program #SoreSore I-Radio Jogja, Senin, 13 Juni 2017.
"Supaya gampang orang-orang menikmati, message-nya bisa langsung sampai" lanjutnya
Tidak hanya itu, penikmat musik Gugun Blues Shelter di Belanda banyak yang meminta GBS memainkan lagu-lagu dengan lirik bahasa Indonesia ditambah kesuksesan Gugun Blues Shelter tur di negeri Jiran Malaysia pada Maret 2016 juga merupakan salah satu alasan mengapa album Hitam Membiru ini menggunakan bahasa Indonesia
Atas dasar itulah album ke sembilan Gugun Blues Shelter yang bertajuk Hitam Membiru dirilis dengan materi seratus persen lirik berbahasa Indonesia. Ini adalah album bersejarah bagi Gugun Blues Shelter, karena sejak album pertama tahun 2004 ketika masih bernama Gugun and The Bluesbug, tak pernah sekalipun mengeluarkan album dengan lirik Bahasa Indonesia keseluruhannya. Bisa dibilang sebelum ada album Hitam Membiru, lagu dengan lirik Bahasa Indonesia karya Gugun Blues Shelter adalah minoritas.
Album yang dirilis pada Januari 2017 ini berisi 11 lagu, 10 lagu yang ada di album Hitam Membiru merupakan lagu lama yang direkam ulang di New York saat tur kedua Gugun Blues Shelter ke Amerika bulan April 2016.
Album ini adalah album pertama Fajar Adi Nugroho (bass) bersama Gugun Blues Shelter yang masuk menggantikan posisi Jono "Nyep-Nyep" yang memutuskan keluar pada Desember 2015, sebulan setelah album High Life dirilis. Fajar sebenarnya bukanlah orang baru di tubuh Gugun Blues Shelter karena sebelum resmi jadi personil band, dirinya sering didapuk untuk jadi pemain bass pengganti Jono ketika berhalangan hadir. Sejak bergabung, sudah tiga kali tur luar negeri dilakoni bersama Gugun Blues Shelter. Ketika bergabung, tidak banyak penyesuaian yang dilakukan Fajar untuk memainkan blues rock ala Gugun Blues Shelter.
"Kenal sama Mereka sudah sejak 2010, jadi tidak terlalu susah. Kendala di bulan-bulan awal, karena mereka sebelumnya punya delapan album dan dalam waktu sebulan gue harus bisa ngafalin semua." Kata Fajar
"Pengalaman baru dan buat gue, gue bisa naik tingkat gara-gara masuk GBS." Puji Fajar untuk bandnya disambut senyam-senyum oleh Gugun dan Bowie.
Diakui oleh Gugun, Fajar adalah orang yang pas untuk melengkapi tubuh Gugun Blues Shelter.
"Yang kita cari sih sebenarnya adalah yang full-time musician." Kata Gugun yang sepertinya menyindir personel lamanya.
"Dia memang session bassis yang cukup sibuk. Kerjaannya main musik padahal S2. Dan dia punya album solo bass, secara musikalitas yang kita cari memang orang yang langaung bisa mengerti apa maksud gue dan Bowie. (Fajar adalah) salah satu yang extraordinary lah." Lanjut Gugun.
Bukan rahasia umum jika Gugun Blues Shelter adalah salah satu band Indonesia yang paling sering manggung di luar negeri. Tahun 2016 saja sudah tiga negara berbeda yang disambangi Gugun Blues Shelter yakni tur Malaysia di bulan Maret, tur Amerika (April), dan tur Belanda (Juli). Namun karena tahun 2017 mereka merilis album Hitam Membiru, jadwal tampil di luar negeri sengaja ditiadakan. Bahkan ditolak.
"(Sebenarnya) Ada (tawaran manggung di luar negeri. Tahun ini sengaja kita kosongin. Masa kita (udah) ngeluarin album Indonesia (jadi) sia-sia dong. Ngga harus maruk." Jelas Gugun
Bulan April tahun 2018 rencananya Gugun Blues Shelter baru akan melakoni tur ke luar negeri lagi namun belum diungkap, negara manakah yang akan beruntung disambangi grup band blues rock asli andalan Indonesia ini. Kita tunggu saja kiprah mereka.