Pages

Sunday, 28 July 2019

Biasa Saja, Secukupnya

 

Dua sisi dalam kehidupan mengajarakan kita untuk tidak merayakan salah satunya

Biasa saja

Kecewa boleh menangis, tapi secukupnya
Bahagia boleh tertawa, tapi secukupnya

Pada saatnya, semua akan kembali biasa. Bukan karena lupa, tapi bukankah tak ada yang selamanya?

Saturday, 27 July 2019

Sedikit Lebih Baik

 

Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi melihat indahnya bulan
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi menghirup udara pagi
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi menyentuh hangatnya mentari
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi mendengar suara daun kering yang tersapu angin
Dulu aku pikir, aku tak bisa lagi mengecap segarnya air di terik siang

Saat itu. Saat kau memutuskan untuk tak di sini.
Kini, semua indera masih berfungsi dengan sama baiknya. Menjadi saksi untuk pergantian siang dan malam.

Menandakan ragaku masih sama seperti dulu. Tapi hatiku? Belum sepenuhnya pulih. Hanya sedikit lebih baik.

Thursday, 15 June 2017

Demi "Hitam Membiru", Gugun Blues Shelter Tolak Tampil Di Luar Negeri

 


Di saat musisi memiliki cita-cita untuk go international, lain halnya dengan Gugun Blues Shelter yang memilih untuk membumi di negara asalnya. Bukan tanpa alasan jika Gugun (vokal, gitar), Bowie (drum), Fajar (bass) akhirnya lebih memilih untuk go local karena ingin melebarkan pasar dengan ideologi blues yang bagus kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas.

"Salah satunya itu (ingin melebarkan pasar), jadi kita ngga stagnan di situ-situ aja" kata Gugun saat sesi interview di program #SoreSore I-Radio Jogja, Senin, 13 Juni 2017.

"Supaya gampang orang-orang menikmati, message-nya bisa langsung sampai" lanjutnya

Tidak hanya itu, penikmat musik Gugun Blues Shelter di Belanda banyak yang meminta GBS memainkan lagu-lagu dengan lirik bahasa Indonesia ditambah kesuksesan Gugun Blues Shelter tur di negeri Jiran Malaysia pada Maret 2016 juga merupakan salah satu alasan mengapa album Hitam Membiru ini menggunakan bahasa Indonesia

Atas dasar itulah album ke sembilan Gugun Blues Shelter yang bertajuk Hitam Membiru dirilis dengan materi seratus persen lirik berbahasa Indonesia. Ini adalah album bersejarah bagi Gugun Blues Shelter, karena sejak album pertama tahun 2004 ketika masih bernama Gugun and The Bluesbug, tak pernah sekalipun mengeluarkan album dengan lirik Bahasa Indonesia keseluruhannya. Bisa dibilang sebelum ada album Hitam Membiru, lagu dengan lirik Bahasa Indonesia karya Gugun Blues Shelter adalah minoritas.

Album yang dirilis pada Januari 2017 ini berisi 11 lagu, 10 lagu yang ada di album Hitam Membiru merupakan lagu lama yang direkam ulang di New York saat tur kedua Gugun Blues Shelter ke Amerika bulan April 2016.

Album ini adalah album pertama Fajar Adi Nugroho (bass) bersama Gugun Blues Shelter yang masuk menggantikan posisi Jono "Nyep-Nyep" yang memutuskan keluar pada Desember 2015, sebulan setelah album High Life dirilis. Fajar sebenarnya bukanlah orang baru di tubuh Gugun Blues Shelter karena sebelum resmi jadi personil band, dirinya sering didapuk untuk jadi pemain bass pengganti Jono ketika berhalangan hadir. Sejak bergabung, sudah tiga kali tur luar negeri dilakoni bersama Gugun Blues Shelter. Ketika bergabung, tidak banyak penyesuaian yang dilakukan Fajar untuk memainkan blues rock ala Gugun Blues Shelter.

"Kenal sama Mereka sudah sejak 2010, jadi tidak terlalu susah. Kendala di bulan-bulan awal, karena mereka sebelumnya punya delapan album dan dalam waktu sebulan gue harus bisa ngafalin semua." Kata Fajar

"Pengalaman baru dan buat gue, gue bisa naik tingkat gara-gara masuk GBS." Puji Fajar untuk bandnya disambut senyam-senyum oleh Gugun dan Bowie.

Diakui oleh Gugun, Fajar adalah orang yang pas untuk melengkapi tubuh Gugun Blues Shelter.

"Yang kita cari sih sebenarnya adalah yang full-time musician." Kata Gugun yang sepertinya menyindir personel lamanya.

"Dia memang session bassis yang cukup sibuk. Kerjaannya main musik padahal S2. Dan dia punya album solo bass, secara musikalitas yang kita cari memang orang yang langaung bisa mengerti apa maksud gue dan Bowie. (Fajar adalah) salah satu yang extraordinary lah." Lanjut Gugun.

Bukan rahasia umum jika Gugun Blues Shelter adalah salah satu band Indonesia yang paling sering manggung di luar negeri. Tahun 2016 saja sudah tiga negara berbeda yang disambangi Gugun Blues Shelter yakni tur Malaysia di bulan Maret, tur Amerika (April), dan tur Belanda (Juli). Namun karena tahun 2017 mereka merilis album Hitam Membiru, jadwal tampil di luar negeri sengaja ditiadakan. Bahkan ditolak.

"(Sebenarnya) Ada (tawaran manggung di luar negeri. Tahun ini sengaja kita kosongin. Masa kita (udah) ngeluarin album Indonesia (jadi) sia-sia dong. Ngga harus maruk." Jelas Gugun

Bulan April tahun 2018 rencananya Gugun Blues Shelter baru akan melakoni tur ke luar negeri lagi namun belum diungkap, negara manakah yang akan beruntung disambangi grup band blues rock asli andalan Indonesia ini. Kita tunggu saja kiprah mereka.

Friday, 19 May 2017

Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks Akan Bikin Film


OM PSP saat di studio I-Radio Jogja (19/5/2017)
(Dari kiri-kanan: Ade, Dindin, Monos, Omen, Rizali, Andra)

Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP) adalah salah satu grup orkes terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Grup musik ini seringkali tampil bersama-sama dengan Warkop pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an. Mereka banyak mencipatakan lagu jenaka yang sangat ramah di kuping orang Indonesia. Tidak sekedar itu, mereka menyisipkan pesan moral di setiap lagunya.

Berdiri sejak tahun 1978, masih setia dengan personil yang sama, dari dulu sampai sekarang.

"Kalau keluar dari PSP, ga ada yang mau nampung soalnya" ujar Omen disambut tawa rekan yang lain

Seperti itulah PSP, grup yang jauh dari kata serius di setiap perbincangannya. Penuh canda dan tawa. Hal itu pula yang membuat personil PSP ini kompak hingga sekarang.

Ade Anwar (kendang), Omen (Ukulele), Rizaldi (Mandolin), Monos (Gitar), Dindin (tamborin), Andra (Marakas) datang ke Jogja untuk menjadi penampil dalam acara Festival Musik Tembi di hari terakhir. Ada dua personil yang berhalangan hadir yakni Adit dan James.

Meski umur sudah tak lagi muda, semangat berkarya OM PSP masih sama seperti yang dulu. Tahun lalu, mereka bekerja sama dengan KPK untuk mengisi album kompilasi Frekuensi Perangkap Tikus volume 2 bersama dengan musisi-musisi generasi muda seperti White Shoes, Indie Art Wedding (Cholil & istri), The Experience Brother, Sore, Jirapah, dan lain-lain.

OM PSP mengaku baru baru ini telah merekam beberapa demo lagu baru namun belum tau kapan waktu perilisannya.

Sebagai peringatan 40 tahun berkarya, dintahun 2018 OM PSP bekerja sama dengan Falcon Picture untuk membuat film biografi tentang OM PSP.

"Nanti ada orang lain yang memerankan masing-masing personel PSP." jelas Omen

Sejauh ini keterlibatan para personil PSP dalam film itu hanya sebatas konsultan saja.

"Kita lihat dulu ada bayarannya atau tidak" canda Rizali ketika ditanya kemungkinan untuk ikut berakting di film teraebut.

Bersamaan dengan film itu, OM PSP rencananya akan mengumpulkan karya-karya lamanya untuk kemudian disatukan lagi dalam sebuah album.

Friday, 2 December 2016

Momo (Ex Captain Jack) dan Parabiru Memberontak lewat 'Superhero'



Apa jadinya jika mantan frontman band metal kini melunak dalam karyanya. Demi pasar? Tidak tepat juga jika itu alasannya karena musiknya masih terlalu rumit untuk selera rata-rata pasar Indonesia.

Momo (vokal) kembali ke panggung dengan format yang lain. Mengajak Zuhdil (gitar), yang juga mantan rekan satu bandnya dulu, Aulya Khan (drum), dan Agib Tanjung (bass) lebih membumi dalam karya-karyanya. Bebunyian instrumen nusantara sayup-sayup terlantun dalam single perdananya 'Superhero'

Namun Momo tetaplah Momo. Seorang pemberontak dalam situasi yang melenakan.

"Lagu ini adalah sebuah pemberontakan terhadap ketakutan keluar dari rasa aman," ungkap Momo dalam pers rilisnya.

Musik dan alam adalah perpaduan yang syahdu. Itu pula yang ditunjukkan Momo dan Parabiru di video klip 'Superhero' yang dirilis pertengahan November 2016 di kanal Youtube mereka.

Nadhira Suryadi Kenalkan Single Keduanya 'Kamu'



Ketika mencari namanya mungkin tak banyak informasi tentang kepiawaiannya dalam hal menyanyi, karena memang baru setahun terakhir Nadhira fokus untuk menekuninya. Menyanyi memang menjadi kesukaan wanita pemenang National Costume Miss Scuba International 2013.

Sudah dua single yang dirilis, 'Penipu Cinta' dan Kamu di Tahun 2016. Lagu pop melodius menjadi benang merah di dua single-nya. Easy listening tapi lagunya masuk kategori susah. Pop yang mahal.

Saat ini Nadhira sedang mempersiapkan video clip single 'Kamu' karya Ilman & Lale Maliq dan Nino RAN.

"Baru kelar shooting dua hari yang lalu, semoga di bulan ini juga video clip bisa dirilis" Ungkap Nadhira saat interview di I-Radio Jogja, Jumat (2/12)

Tahun 2017 mendatang, Nadhira berharap karir sebagai seniman bisa semakin mendapat pengakuan lebih dari masyarakat luas.


Wednesday, 30 November 2016

#Profesi: Oliv - Guru Vokal

Semua orang bisa bernyanyi, tapi tidak semua bisa bernyanyi dengan baik dan benar. Ada juga yang bisa bernyanyi tapi tidak berani untuk menyanyi.

Para orang tua berlomba-lomba untuk membekali putra-putrinya untuk bisa bernyanyi dengan baik dan benar sedini mungkin. Kesempatan itu yang kemudian diambil Oliv untuk menjadi seorang guru vokal.

"Usia empat sampai enam tahun adalah usia efektif untuk latihan vokal karena mereka memiliki kecenderungan untuk meniru" kata Oliv saat interview di segmen Profesi #SoreSore di I-Radio Jogja.

Meskipun di bangku kuliah dia mengambil jurusan manajemen, tapi Oliv secara otodidak mampu mengajarkan teknik vokal, tak hanya kepada anak-anak tapi juga kelompok paduan suara.

"Manajemennya dipakai untuk manajemen vokal dan manajemen keuangan" kata Oliv diiringi dengan tawa seraknya.

Saat ini Oliv memiliki kesibukan mengajar di ekstra kurikuler sekolah, paduan suara sekolah dan kampus, hingga les vokal privat.

IG: oliviap2803

Thursday, 24 November 2016

#Profesi: Gathot - Game Developer



Gathot Fajar. Tak susah mencari profil dan prestasi-prestasinya. Tinggal search aja di mesin pencari dengan kata kunci "Gathot Creacle" maka sederet artikel tentang dirinya akan muncul.

Game developer atau pengembang game, adalah profesi yang dimiliki oleh Gathot. Bahkan Gathot saat ini tercatat sebagai CEO Creacle Studio, sebuah studio pengembang game dan aplikasi mobile yang berbasis di Yogyakarta.



Game yang paling populer dari Creacle adalah Sambung Kata. Game yang tak hanya membuat penasaran, tapi juga menambah kosakata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Lebih dari 100.000 pengguna Android telah mengunduh game Sambung Kata. Lalu seberapa menghasilkankah jasa membuat dan menjual game karya sendiri ini?

"Perbulannya (game Sambung Kata) sekitar 200 dollar." Ungkap Gathot dengan malu-malu saat membocorkan tentang "dapurnya"

Itu hanya dari satu game saja, belum game yang lain ditambah projek-projek dari klien yang menggunakan jasa Gathot untuk kebutuhan game dan aplikasi mobile.

Tertarik belajar tentang game & mobile developing atau magang di Creacle? Langsung cek webnya di creacle.com