Sudah menjadi takdirnya, hujan turun tak hanya berupa air dan material campurannya namun juga membawa kenangan hadir kembali. Tidak sedikit yang tiba-tiba merasa gejolak rindu hadir mengisi ruang-ruang hampa di hati saat hujan mulai membasahi.
Menuju lupa, namun dengan cepat hujan menggagalkannya. Wajahnya kembali hadir lengkap dengan rasa bahagia ataupun nestapa. Menyiksa jika tak dapat mengendalikannya terlebih saat kenangan itu terjadi ketika hujan hadir sebagai pemanis latar.
Menyelami masa lalu dan menghitung dengan teliti kemungkinan untuk kembali. Seakan tak mau lagi bersahabat dengan masa kini.
Tanpa terasa air mata mulai mengaliri pipi dan akhirnya bermuara pada bingkai kenangan. Berharap air mata dapat menyapanya. Memberitahu bahwa tak mudah memadamkan rindu.
1 comment:
Write komentar