Pages

Sunday, 6 February 2011

Bukan tidak, Hanya belum

Kalimat itulah yang dilontarkan sang ibunda untuk menenangkan Sita, gadis lucu berusia 8 tahun yang menangis ketika panitia mengumumkan bahwa dia tidak menjadi juara mewarnai. Padahal dia sudah sering menjuari perlombaan semacamnya sebelumnya.

Sang Ibu dengan sabar menenangkan hati Sita yang terlihat tidak bisa menerima keputusan panitia lomba. Bukan pekerjaan yang mudah memang, karena tiap ibunda minta untuk Sita tenang, Sita justru berteriak dan menangis lebih kencang.

"Sita warnainnya udah bagus kok. mungkin belum saatnya menang saja, nak" tukas Ibunda yang mulai kewalahan menenangkan buah hatinya.

Beberapa saat setelah minum air putih dan dibelikan makanan Jepang kesukaannya, baru Sita berangsur tenang.

Mungkin Sita masih terlalu kecil untuk mencerna kata kata dari ibunda. Ya, ibunda Sita berhasil mengalihkan rasa kecewa Sita dengan makanan Jepang favoritnya.

Namanya anak seusia Sita pasti memilih sesuatu yang lebih menarik  daripada harus susah payah mencerna kata-kata yang sebenarnya adalah mutiara dari sang ibunda.

"mungkin belum saatnya menang saja, nak".

Sita mungkin lupa perkataan Ibunda, namun sang Ibunda memberikan pelajaran penting bagi Sita. Bahwa pemenang tak selalu harus menang. Menerima kekalahan adalah bagian dari jiwa pemenang.

No comments:
Write komentar
Recommended Posts × +